:::: MENU ::::

Jumat, 23 Agustus 2019

Startup Perlu Belajar Menjaga Data Pribadi Konsumen

Putri Alam, Head of Public Policy Google Indonesia mengatakan, jika RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) menerapkan sama seperti GDPR (General Data Protection Regulation) di Uni Eropa, maka hal itu akan berdampak terhadap perkembangan startup tanah air.

Sebab, GDPR itu memiliki standar yang lebih tinggi. Maka dari itu, pemerintah perlu memperhatikan hal tersebut.

"Kasihan kalau perusahaan yang kecil ini harus mematikan inovasi untuk semata memenuhi privasi. Oleh karena itu, (aturan dengan standar seperti) GDPR akan sulit diterapkan di Indonesia," katanya.

Sementara itu, menurut pengamat Teknologi Informasi (TI), Andi Budimansyah, startup juga perlu belajar dan bertanggung jawab terhadap perlindungan data pribadi.

"Startup perlu belajar dalam menjaga data pelanggannya, dan selama layanan yang diberikan memberi manfaat bagi pelanggan, sekaligus datanya dijaga, maka tidak perlu khawatir terhadap pertumbuhan startup di Indonesia," jelasnya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Selasa (20/8).

Terlepas dari itu, kata Andi, adanya UU PDP nantinya, di satu sisi memang menuntut penanganan lebih. Karena pengelola harus memiliki keterampilan dan keahlian dalam melindungi data pelanggannya.

"Namun pada sisi lain, pelanggan akan merasa nyaman ketika mengetahui bahwa data pribadinya akan dijaga dengan baik oleh pengelola, dan tidak diberikan kepada pihak ketiga untuk keperluan lainnya tanpa persetujuan pemilik data," ungkap mantan Ketua Umum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) itu.

0 komentar:

Posting Komentar

A call-to-action text Contact us